Petenis muda berusia 23 tahun, Arthur Fery, berhasil menggebrak panggung Grand Slam Wimbledon 2026. Datang sebagai pemegang fasilitas wildcard dan hanya menempati peringkat 114 dunia sebelum turnamen dimulai, Fery kini sukses melangkah hingga ke babak semifinal di All England Club. Pencapaian ini terbilang luar biasa mengingat ia belum pernah melangkah lebih jauh dari babak kedua di turnamen major sebelumnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan BBC Sport, kesuksesan petenis berkebangsaan Inggris Raya ini menyamai catatan legendaris Goran Ivanisevic pada 25 tahun silam. Fery menjadi pemain dengan peringkat terendah sekaligus pemegang wildcard pertama yang mampu mencapai babak empat besar Wimbledon sejak petenis Kroasia tersebut memenangkan gelar juara pada tahun 2001.
Dari pantauan redaksi, atmosfer emosional menyelimuti setiap kemenangan yang diraih Fery di lapangan utama. Mantan juara ganda putra Wimbledon asal Australia, Todd Woodbridge, bahkan menyebut performa luar biasa ini sebagai salah satu kisah olahraga paling membahagiakan tahun ini. "Saya bahkan bukan orang Inggris, tetapi saya bisa merasakan emosi itu! Anda tentu tidak ingin Arthur Fery terbangun dari mimpi ini karena dia memainkan tenis yang sangat luar biasa," ujar Woodbridge kepada BBC TV.
Menurut mantan petenis dunia Goran Ivanisevic, Fery kini berada dalam posisi yang sangat ideal karena mendapat dukungan penuh dari publik tuan rumah. Ivanisevic memberikan nasihat agar sang junior terus menikmati setiap momen di lapangan tanpa beban. "Dia berada di semifinal terbesar dalam dunia tenis. Dia hanya harus terus menikmatinya. Dia adalah pemain hebat dengan masa depan cerah, jadi nikmati saja, bawa energi penonton, dan bermainlah dengan baik," ungkap Ivanisevic melalui BBC 5 Live.
Pengamatan tim redaksi memperlihatkan bahwa lokasi turnamen yang sangat dekat dengan tempat tumbuh kembangnya membuat Fery tampil begitu percaya diri di hadapan publik sendiri. Komentator BBC, Andrew Cotter, turut memuji dominasi sang petenis di lapangan utama dengan berseloroh bahwa pria yang tumbuh sangat dekat dengan Centre Court tersebut kini tampak seperti pemilik sah lapangan legendaris itu.