Novak Djokovic sukses mengamankan tiket semifinal Wimbledon 2026 setelah memenangi laga maraton yang spektakuler melawan Felix Auger-Aliassime di Centre Court. Dalam pertandingan yang berlangsung selama 5 jam 15 menit, petenis asal Serbia tersebut harus berjuang ekstra keras sebelum akhirnya menyudahi perlawanan sengit sang rival dengan skor akhir 7-6 (10), 3-6, 6-3, 6-7 (4), 7-6 (4). Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Djokovic semakin dekat dengan misi besarnya untuk merengkuh gelar Grand Slam ke-25 sepanjang kariernya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pertandingan berjalan sangat ketat sejak set pertama dibuka, di mana kedua petenis saling melepaskan pukulan bertenaga yang menguras fisik. Berdasarkan pantauan redaksi, tensi pertandingan sempat menegang pada kedudukan 4-4 di set pertama ketika Djokovic tampak meringis kesakitan setelah melakukan pengembalian backhand. Tim medis sempat dipanggil ke lapangan untuk memeriksa kondisi kaki sang bintang, namun beruntung ia mampu melanjutkan permainan dan merebut set pembuka lewat tie-break yang mendebarkan.
Memasuki set kedua, Felix Auger-Aliassime yang berusia 15 tahun lebih muda dari Djokovic mulai bangkit dan menunjukkan dominasinya. Petenis asal Kanada tersebut sukses mematahkan servis Djokovic dan memenangi set kedua berkat performa gemilang, termasuk sebuah pukulan backhand winner spektakuler dari balik garis belakang yang membuat seisi stadion bergemuruh. Menurut pengamatan tim redaksi, penutupan atap stadion Centre Court pada pertengahan laga memberikan atmosfer bermain yang berbeda bagi kedua pemain di bawah lampu sorot.
Meskipun mendapatkan perlawanan yang luar biasa dan sempat kehilangan set keempat, Djokovic yang kaya akan pengalaman tetap menunjukkan ketenangan mental di poin-poin kritis. Berdasarkan statistik jalannya pertandingan, kemampuan bertahan petenis nomor satu dunia ini tetap luar biasa walau laga sudah berjalan lima jam. Djokovic akhirnya mampu mendominasi babak tie-break di set penentu untuk menyegel kemenangan dramatis hanya enam menit sebelum batas waktu malam (curfew) pukul 23.00 waktu setempat.
Dalam sesi wawancara usai pertandingan, Djokovic mengungkapkan rasa bahagianya bisa keluar dari situasi sulit tersebut. "Dengan raket dan banyak hati. Menjelang akhir, itu bisa menjadi milik siapa saja. Tapi ini adalah momen yang membuat saya tetap bermain tenis. Sejujurnya, ini adalah salah satu pertandingan terbaik yang pernah saya ikuti di lapangan ini sepanjang karier saya," ujar Djokovic seperti dikutip dari media Inggris.
Dengan hasil positif ini, Djokovic mencatatkan rekor baru dengan mencapai 15 kali babak semifinal Wimbledon, termasuk delapan kali berturut-turut. Di babak empat besar nanti, rival berat asal Italia, Jannik Sinner, sudah bersiap menghadangnya. Menanggapi rekor-rekor impresif yang terus dipecahkannya, Djokovic menegaskan bahwa dirinya saat ini hanya fokus pada performa di lapangan. "Saya akan melihat semua angka-angka itu ketika saya menyelesaikan karier saya nanti. Tapi untuk saat ini, semuanya adalah urusan bisnis," pungkasnya.