Kericuhan mewarnai sesi konferensi pers menjelang pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Prancis dan Maroko. Berdasarkan pantauan tim redaksi, situasi sempat tidak terkendali ketika dua orang jurnalis terlibat adu mulut dan kontak fisik di tengah sesi tanya jawab bersama bintang timnas Maroko, Brahim Diaz.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Insiden memalukan ini terjadi di Boston, tempat laga ulangan semifinal Piala Dunia 2022 tersebut bakal digelar. Menurut laporan yang dihimpun, kericuhan bermula saat Brahim Diaz sedang memaparkan kesiapan mental timnya, namun tiba-tiba suara teriakan dari barisan media memotong penjelasannya. Dari pengamatan rekaman video yang beredar, bintang Real Madrid itu tampak tertegun dan menghentikan bicaranya seketika.
"Tapi kenapa Anda memukul saya? Kenapa Anda memukul saya? Anda tidak boleh memukul saya," teriak salah satu wartawan yang terlibat pertikaian. Berdasarkan observasi di lokasi kejadian, petugas media dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (RMFF) dan sejumlah staf FIFA terpaksa turun tangan langsung demi melerai kedua jurnalis serta menenangkan suasana yang memanas.
Jurnalis Sky Germany, Kerry Hau, yang menyaksikan langsung insiden tersebut menggambarkan kejadian itu sebagai momen yang benar-benar gila dan memalukan. Sementara itu, Marcelo Courrege, jurnalis asal Brasil yang bekerja untuk Globo dan terlibat dalam perselisihan tersebut, memberikan klarifikasi melalui media sosialnya. Ia menjelaskan bahwa ketegangan dipicu oleh kesalahpahaman ruang bidik kamera, namun kedua pihak akhirnya memilih berdamai dan saling berpelukan setelah sesi usai.
Akibat gangguan yang memakan waktu beberapa saat tersebut, Brahim Diaz mengaku sampai lupa dengan pertanyaan yang diajukan kepadanya. Meski demikian, penyerang sayap itu tetap menunjukkan optimisme tinggi menjelang laga krusial melawan rekan-rekan seklubnya di Real Madrid seperti Kylian Mbappe dan Aurelien Tchouameni. "Kami menghadapi salah satu tim favorit, tetapi kami di sini karena kami mampu bersaing dengan Prancis," tegas Diaz menutup konferensi pers.