Langkah mengejutkan petenis wildcard tuan rumah, Arthur Fery, terus berlanjut di panggung Grand Slam Wimbledon 2026. Bermain tanpa beban di hadapan publik Centre Court yang gemuruh, Fery menunjukkan kepercayaan diri yang luar biasa untuk mengamankan tiket semifinal pertamanya setelah menumbangkan petenis unggulan kesembilan asal Italia, Flavio Cobolli.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya pertandingan, Fery berhasil mendominasi permainan sejak awal laga dan menang lewat kedudukan akhir 6-4, 7-6 (4), 6-0. Hasil ini membawa petenis peringkat 114 dunia itu mencatatkan sejarah baru dalam karier profesionalnya di dunia tenis internasional.
Menurut pantauan redaksi, momen krusial terjadi pada set kedua saat kedudukan tie-break 6-4 untuk keunggulan Fery. Dengan berani, ia menyambut servis kedua Cobolli dengan pukulan backhand return yang tajam sebelum maju ke depan net untuk melepaskan drop volley mematikan yang tidak mampu dijangkau lawan.
Dari pengamatan tim redaksi, ketangguhan mental menjadi kunci utama kemenangan Fery sepanjang turnamen ini. Sebelum melangkah jauh di London, ia tercatat baru mengoleksi dua kemenangan di level Grand Slam dan lebih banyak berkompetisi di ATP Challenger Tour, namun kini namanya sejajar sebagai semifinalis di turnamen paling bergengsi.
Pencapaian luar biasa ini juga membuat Fery menjadi pemain wildcard kedua dalam Open Era yang mampu menembus babak semifinal tunggal putra Wimbledon. Catatan emas ini menyamai torehan legendaris Goran Ivanisevic yang sukses melaju hingga menjadi juara pada musim 2001 silam.
Cobolli sendiri tampak kehilangan momentum setelah kalah tipis di set kedua yang menguras energi. Fery yang terus tampil menekan tidak memberikan celah sedikit pun pada set ketiga, menyapu bersih seluruh gim tanpa balas, dan menutup pertandingan bersejarah ini dengan sebuah servis ace yang sempurna.