Persiapan tim nasional Prancis menjelang laga krusial perempat final Piala Dunia 2026 melawan Maroko diwarnai sejumlah dinamika penting dari dalam kamp pelatihan di Boston, Amerika Serikat. Duel perebutan tiket semifinal ini dijadwalkan berlangsung sengit mengingat rekam jejak kedua tim dalam beberapa turnamen besar terakhir. Dari pantauan redaksi, atmosfer skuad asuhan Didier Deschamps terlihat cukup tenang namun fokus menjelang laga penentuan tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang dihimpun, Deschamps kemungkinan besar akan melakukan sedikit perubahan pada taktik andalannya. Pemain muda Désiré Doué yang tampil impresif dan menjadi pembeda saat menghadapi Paraguay dilaporkan bakal masuk dalam daftar sebelas pemain pertama. Ia diprediksi akan menggeser posisi Bradley Barcola di sektor sayap, sementara Manu Koné tampaknya tetap dipercaya mengawal lini tengah Les Bleus.
Kabar baik juga datang dari sektor gelandang setelah Aurélien Tchouaméni yang sempat absen di babak 16 besar akibat cedera otot adduktor terpantau sudah kembali mengikuti sesi latihan kolektif. Menurut pengamatan tim redaksi di lapangan, mantan pemain Bordeaux tersebut mampu melahap menu latihan umpan-umpan pendek tanpa terlihat mengalami kendala fisik yang berarti, membuka peluang dirinya untuk kembali merumput sejak menit awal.
Di kubu lawan, Maroko dipastikan kehilangan salah satu pilar pentingnya. Ismael Saibari resmi dinyatakan absen dalam laga kontra Prancis ini akibat cedera yang didapat saat melawan Kanada. Kendati demikian, asisten pelatih Maroko, Ouahbi, menegaskan bahwa sang penyerang tidak sepenuhnya keluar dari turnamen. "Ia tidak absen untuk sisa kompetisi, namun pertandingan melawan Prancis datang terlalu cepat bagi dirinya," ungkap Ouahbi terkait kondisi sang pemain.
Tensi tinggi juga sempat menjalar ke ruang konferensi pers. Didier Deschamps dilaporkan sempat terlibat adu argumen yang cukup sengit dengan beberapa jurnalis asal Maroko menjelang sesi latihan terakhir. Selain itu, kubu Prancis juga menolak larut dalam spekulasi mengenai penunjukan wasit asal Argentina, Facundo Tello, yang akan memimpin laga tersebut. "Saya menganggap lawan kami adalah Maroko, saya tidak akan menganggap wasit sebagai musuh," tegas Deschamps secara langsung.
Di luar urusan taktik, laga ini juga dibayangi oleh ketegangan diplomatik sepak bola menyusul komentar rasial dari seorang senator Paraguay, Celeste Amarilla, yang menyerang kapten Prancis, Kylian Mbappé, pasca-laga babak 16 besar lalu. Mbappé telah memberikan respons keras di media sosialnya dengan menyebut sang senator tidak mencerminkan nilai-nilai negara Paraguay. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) juga mengonfirmasi telah melaporkan tindakan tersebut ke kejaksaan demi menuntut keadilan hukum.