Pelatih kepala tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, melontarkan kritik tajam terhadap kualitas pengadil lapangan di Piala Dunia. Mantan pelatih Bayern Munich tersebut menegaskan bahwa performa para wasit yang bertugas di turnamen akbar ini berada di bawah standar yang diharapkan setelah laga sengit babak 16 besar melawan Meksiko.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam pertandingan dramatis yang berlangsung di Stadion Azteca, Inggris terpaksa bermain dengan 10 orang dan dijatuhi hukuman penalti kontroversial. Berdasarkan pantauan redaksi, tensi pertandingan meninggi akibat beberapa keputusan wasit yang dinilai merugikan kubu Tiga Singa namun beruntung mereka tetap berhasil mengamankan kemenangan.
Menurut laporan BBC Sport, Thomas Tuchel tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya selepas pertandingan. "Ini benar-benar tidak cukup bagus," ujar Tuchel. "Para wasit tidak cukup bagus, ofisial keempat juga tidak cukup bagus. Itulah intinya. Apakah penalti itu merupakan kesalahan yang jelas dan nyata? Tentu saja tidak. Mereka menganulir situasi di mana wasit bahkan awalnya tidak memberikan pelanggaran," tambahnya dengan nada kesal.
Inggris sebenarnya sempat unggul dua gol terlebih dahulu di babak pertama berkat sepasang gol kilat dari Jude Bellingham dalam waktu dua menit. Namun, Meksiko berhasil memperkecil kedudukan melalui aksi Julian Quinones sesaat sebelum turun minum, yang membuat paruh pertama berakhir dengan skor 2-1.
Dari pengamatan tim redaksi, atmosfer pertandingan semakin memanas di babak kedua dengan terjadinya dua momen krusial. Jarell Quansah mendapat kartu merah langsung pada menit ke-54 setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) memperlihatkan sang bek melakukan pelanggaran keras terhadap Jesus Gallardo dengan posisi pul sepatu terangkat.
Meskipun keputusan penalti memicu protes keras dari Tuchel, mantan asisten wasit final Piala Dunia 2010, Darren Cann, menilai keputusan kartu merah untuk Quansah sudah tepat. Menurut Darren Cann saat berbicara di BBC One, pelanggaran tersebut memang layak diganjar hukuman berat karena membahayakan pemain lawan.
"Itu adalah kartu merah yang jelas. Quansah memang menyentuh bola terlebih dahulu, tetapi hal itu tidak mengubah aturan permainan. Dia terus melaju dan Anda bisa melihat dengan jelas pul sepatunya mengenai tulang kering lawan. Wasit tidak punya pilihan lain selain mengeluarkan kartu merah. Seratus persen kartu merah," pungkas Darren Cann.