Perebutan talenta muda antara Prancis dan Maroko kembali memanas dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan RMCSport, Ayyoub Bouaddi akhirnya mengambil keputusan besar untuk membela negara asal orang tuanya. Pilihan yang dipikirkan secara matang ini bukanlah hal yang mudah bagi gelandang LOSC Lille tersebut, terlebih ia akan langsung menghadapi Prancis di babak perempat final Piala Dunia hari Kamis ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Lahir di Prancis dan melewati seluruh jenjang pelatihan internasionalnya dengan seragam Les Bleus, Bouaddi awalnya diprediksi akan mengikuti jejak mantan rekan setimnya di tim muda, Issa Diop. Namun, situasi kali ini berbeda karena pemain muda Lille ini dianggap sebagai fenomena generasi baru yang memiliki bakat luar biasa baik di dalam maupun di luar lapangan.
Selain gemilang di sekolah dan dikenal karena kecerdasannya, performa Bouaddi di lapangan hijau juga sangat mengesankan. Menurut pantauan redaksi, Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) telah mendekati pihak keluarga sang pemain sejak dini untuk memaparkan proyek masa depan mereka. Pelatih timnas Maroko, Walid Regragui, bahkan turun tangan langsung untuk meyakinkannya saat gelaran Piala Afrika terakhir.
Meskipun sempat menunda keputusan demi fokus pada kariernya di klub bersama LOSC Lille, Bouaddi akhirnya luluh oleh pendekatan intensif Maroko. Pada musim semi lalu, pelatih Mohamed Ouahbi bersama Presiden Federasi, Fouzi Lekjaa, datang langsung untuk memberikan garansi menit bermain serta kesempatan emas untuk tampil di ajang Piala Dunia bagi pemain yang baru menginjak usia 18 tahun tersebut.
Di sisi lain, situasi kontras terjadi di kubu timnas Prancis. Didier Deschamps tidak memanggilnya pada jeda internasional bulan Maret lalu karena padatnya persaingan di lini tengah Les Bleus. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, asisten pelatih Guy Stéphan juga mengakui sulitnya memberikan jaminan posisi instan bagi Bouaddi di skuad Prancis saat ini.
Sempat beredar rumor bahwa Zinedine Zidane, yang difavoritkan menjadi suksesor Deschamps, menghubungi Bouaddi secara pribadi untuk menahannya. Walaupun kabar tersebut dibantah keras oleh pihak keluarga, sebuah sumber menyebutkan bahwa perwakilan staf masa depan Zidane sempat berdiskusi dengan Bouaddi untuk menyatakan ketertarikan jangka panjang mantan pelatih Real Madrid tersebut.
Pada akhirnya, Bouaddi dihadapkan pada dua pilihan nyata: menunggu panggilan timnas Prancis yang belum pasti atau mengambil peran penting bersama Maroko di kompetisi tertinggi sepak bola dunia. Kepada orang-orang terdekatnya, ia mengungkapkan prinsipnya, "Saya lebih memilih menjadi aktor utama dalam sebuah proyek besar daripada hanya menjadi penonton yang menunggu giliran."
Dari pantauan redaksi, sambutan hangat dari para pendukung serta kepercayaan penuh dari jajaran staf kepelatihan Singa Atlas kian memantapkan keyakinan sang gelandang. Pertandingan hari Kamis besok akan menjadi momen yang emosional bagi Ayyoub Bouaddi, saat ia harus menghadapi negara kelahirannya sendiri demi membela panah hijau-merah Maroko.