Harapan Amerika Serikat untuk mengakhiri puasa gelar tunggal putra di Wimbledon selama 26 tahun kembali menyala. Berdasarkan pantauan redaksi pada babak keempat Wimbledon 2026 yang berlangsung di Lapangan No. 1, Taylor Fritz tampil memukau bagaikan legenda tenis Pete Sampras dengan menghujani lawan lewat 23 ace. Fritz sukses mengamankan tiket perempat final setelah menumbangkan unggulan ke-10, Alexander Bublik, dengan skor 7-6 (1), 6-4, 6-4 dalam waktu 1 jam 38 minutes.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut data pertandingan, Alexander Bublik sebenarnya juga tampil agresif dengan mencetak 13 ace. Namun, Taylor Fritz tampil jauh lebih klinis dengan menorehkan 47 winner dan hanya melakukan delapan unforced error sepanjang laga. Kemenangan ini mengantarkan petenis unggulan tersebut untuk menghadapi pemenang antara juara Prancis Terbuka Alexander Zverev atau Jiri Lehecka di babak delapan besar.
"Saya sangat senang dengan hasil ini. Ketika saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan break, saya langsung mengambilnya. Saat dia mulai menekan di beberapa game servis dan menciptakan momen berbahaya, saya melepaskan servis dengan sangat baik untuk keluar dari situasi tersebut. Saya rasa saya bermain sangat bagus hari ini," ujar Taylor Fritz pascapertandingan.
Observasi tim redaksi di lapangan menunjukkan bahwa momentum kemenangan Fritz terkunci pada babak tie-break set pertama, di mana ia melesat unggul 7-1. Memasuki set kedua saat kedudukan imbang 4-4, pertandingan sempat terhenti sejenak karena gemuruh suara penonton dari Lapangan Utama dan Henman Hill. Setelah laga dilanjutkan, Alexander Bublik melakukan double-fault serta dua pukulan drop shot yang gagal, memberikan keunggulan break yang krusial bagi Fritz hingga akhirnya menutup set ketiga dengan kemenangan meyakinkan.
Sementara itu pada pertandingan lain, kejutan besar terjadi saat unggulan kelima asal Australia, Alex de Minaur, harus angkat koper lebih awal. Alex de Minaur dipaksa menyerah dari petenis Italia, Flavio Cobolli, dengan skor akhir 7-5, 7-6 (4), 6-3. Kegagalan ini memukul mental Alex de Minaur yang mengaku sangat kecewa karena tidak mampu memberikan performa terbaiknya di momen-momen penting.
"Salah satu dari kami bermain untuk menang, sementara yang lain bermain hanya karena takut kalah. Hal ini sangat menghancurkan perasaan saya. Sangat menyakitkan ketika Anda telah mendedikasikan waktu bertahun-tahun untuk momen seperti ini, namun justru gagal memberikan performa maksimal," kata Alex de Minaur dengan penuh penyesalan.
Di sisi lain, Flavio Cobolli merayakan kemenangan emosional ini dengan penuh suka cita. Dari pantauan tim redaksi, petenis Italia tersebut bahkan mengungkapkan fakta unik bahwa ia dan keluarganya sempat kebingungan mencari tempat tinggal di Inggris karena tidak menyangka bisa melaju sejauh ini, sebelum akhirnya dibantu oleh sebuah keluarga lokal asal Italia yang meminjamkan rumah mereka.
Adapun pertandingan babak keempat lainnya yang mempertemukan Alexander Zverev dan Jiri Lehecka terpaksa ditunda hingga hari Selasa. Keputusan penundaan ini diambil oleh pihak panitia karena pertandingan telah melewati batas jam malam (curfew) pukul 23.00 waktu setempat, dengan posisi terakhir Alexander Zverev memimpin 6-4, 7-5, 3-3.