Tim nasional Inggris harus berjuang keras melewati segala rintangan untuk bisa mengamankan tiket ke babak perempat final Piala Dunia. Berdasarkan pantauan redaksi, anak asuh Thomas Tuchel tidak hanya menghadapi atmosfer stadion yang tidak bersahabat dan situasi kalah jumlah pemain, tetapi juga keputusan pengadil lapangan yang dinilai sangat merugikan. Pelatih asal Jerman tersebut meluapkan kemarahannya terhadap kepemimpinan wasit asal Australia, Alireza Faghani, dalam laga dramatis yang berakhir dengan kemenangan 3-2 atas Meksiko di Meksiko.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan pertandingan, mantan pelatih PSG itu sangat geram dengan keputusan penalti yang diberikan kepada tim Meksiko akibat pelanggaran Harry Kane. Pada awalnya, wasit utama tidak menganggap insiden tersebut sebagai pelanggaran. Namun, intervensi dari Video Assistant Referee (VAR) memaksa sang pengadil untuk mengubah keputusannya. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, intervensi VAR ini menjadi yang kedua setelah sebelumnya pada menit ke-54 juga berandil dalam kartu merah bek Inggris, Jarell Quansah.
"Kualitas mereka sama sekali tidak cukup bagus," cetus Thomas Tuchel dengan nada kesal setelah pertandingan usai. "Para wasit tidak cukup bagus, begitu pula dengan wasit keempat. Itulah kenyataan yang terjadi di lapangan." Tidak sampai di situ, Tuchel juga mempertanyakan kewarganegaraan para petugas di ruang VAR. Ia menyiratkan adanya indikasi kedekatan geografis yang memengaruhi keputusan-keputusan yang menguntungkan Meksiko.
Berdasarkan data resmi, posisi wasit video utama untuk pertandingan ini ditempati oleh Nicolas Gallos dari Kolombia, didampingi oleh Juan Lara dari Cile dan Juan Soto dari Venezuela. "Apakah mata saya tidak salah melihat? Tiga orang Amerika Selatan berada di ruang VAR untuk pertandingan sekrusial ini? Saya mungkin saja salah, tetapi jika itu benar... Apakah VAR harus turun tangan untuk memperbaiki kesalahan yang tidak jelas terkait penalti? Jelas tidak. VAR terlalu ikut campur," tambah Tuchel.
Dari pantauan redaksi, Thomas Tuchel juga menyoroti bagaimana wasit utama membiarkan pertandingan terus berjalan melebihi batas waktu tambahan yang telah ditentukan. "Semua orang telah memenangkan pertandingan sepak bola yang gila di dalam atmosfer yang juga gila," pungkasnya. "Kami berhasil mematahkan semua prediksi. Bahkan di akhir laga, saat waktu tambahan diberikan 11 menit, wasit masih memberikan dua tendangan sudut hingga pertandingan berjalan 12 menit. Segala hal terasa melawan kami, tetapi kami tidak menyerah."