Pelatih tim nasional Norwagia Stale Solbakken melayangkan kritik tajam terhadap FIFA menyusul keputusan kontroversial yang membatalkan sanksi kartu merah untuk penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun. Menurut Solbakken langkah otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut merupakan sebuah kesalahan fatal yang dapat mencederai integritas olahraga.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Sebelumnya Folarin Balogun menerima kartu merah langsung dalam laga babak 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina yang secara otomatis membuatnya absen pada laga krusial berikutnya. Namun secara mengejutkan komisi disiplin FIFA mengubah hukuman tersebut menjadi sanksi percobaan yang memungkinkan sang striker untuk tampil membela negaranya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan AFP pembatalan sanksi tersebut diduga kuat terjadi setelah adanya intervensi politik. Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan sempat menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino melalui sambungan telepon untuk meminta peninjauan kembali atas hukuman yang diterima oleh Balogun.
Dari pantauan redaksi keputusan ini memicu gelombang protes dan kekecewaan dari berbagai pihak termasuk Solbakken yang baru saja mengantarkan Norwagia menyingkirkan Brasil. "Ini adalah kesalahan besar dari FIFA. Ini adalah keputusan yang sangat, sangat, sangat, sangat, sangat buruk, dan ini tidak baik untuk perkembangan olahraga ini", ujar Solbakken dengan nada geram.
Pelatih Norwagia tersebut juga menambahkan bahwa keputusan aneh ini justru akan memberikan dampak psikologis yang buruk bagi timnas Amerika Serikat sendiri dalam sisa turnamen. "Jika mereka berhasil mengalahkan Belgia, kemenangan itu akan selalu menyisakan noda di belakangnya, dan jika Balogun mencetak gol, Belgia dipastikan akan sangat geram", tambahnya.
Melalui pengamatan tim redaksi insiden ini berpotensi menciptakan preseden buruk bagi penegakan regulasi pertandingan sepak bola di masa depan. Solbakken juga mempertanyakan konsistensi FIFA jika kasus serupa kembali terjadi pada laga-laga berikutnya di turnamen akbar tersebut.