Tim nasional Inggris besutan Thomas Tuchel akan menghadapi tantangan besar melawan Argentina pada laga semifinal Piala Dunia di Atlanta Stadium pada Rabu mendatang. Langkah skuad Tiga Singa sejauh ini terbilang tidak mudah karena harus berhadapan dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem di Amerika Utara.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan catatan pertandingan sebelumnya, Inggris harus bertarung di dataran tinggi Meksiko hingga menghadapi cuaca panas yang menyengat di Hard Rock Stadium, Miami. Dari pantauan redaksi, suhu bahkan mencapai 33 derajat Celsius saat Declan Rice dan kolega harus bermain melelahkan selama 120 menit melawan Norwegia di perempat final.
Menurut mantan pemain internasional Amerika Serikat, Jonathan Spector, masalah keletihan akibat cuaca ekstrem tersebut dipastikan akan hilang saat Inggris bersua Argentina. Pasalnya, Mercedes-Benz Stadium di Atlanta merupakan salah satu dari tiga vanue Piala Dunia kali ini yang dilengkapi dengan teknologi pendingin ruangan (AC) super canggih.
Stadion berkapasitas 75.000 penonton tersebut memiliki atap yang bisa terbuka otomatis dan sistem kontrol iklim industri. Melalui pengamatan tim redaksi, jika suhu di luar ruangan melebihi 32 derajat Celsius, atap stadion akan ditutup rapat dan AC akan dinyalakan demi menjaga suhu di dalam lapangan tetap sejuk.
"Saya rasa mereka tidak perlu khawatir tentang panas. Kita berada di stadion ber-AC, kondisinya sempurna, tidak ada kelembapan, dan mereka memiliki permukaan rumput yang indah untuk dimainkan," ujar Spector saat berbicara kepada SPORTbible via betFIRST sport.
Spector juga menambahkan bahwa suhu di dalam Mercedes-Benz Stadium akan bertahan di angka ideal sekitar 68 hingga 70 derajat Fahrenheit atau sekitar 20 derajat Celsius. Menurutnya, atmosfer dan kondisi di Atlanta akan jauh berbeda dan sangat menguntungkan gaya permainan cepat yang diusung oleh Inggris.