Hari pembukaan pertandingan Test kriket putri pertama di Lord's dimulai dengan sebuah penghormatan emosional terhadap perjalanan panjang demi mencapai momen bersejarah ini. Sekelompok mantan pemain putri, yang dahulu tidak memiliki kesempatan untuk bertanding di markas legendaris kriket tersebut, diberikan kehormatan untuk membunyikan lonceng seremonial di luar lapangan lima menit sebelum laga dimulai. Dari pantauan redaksi, suasana haru begitu terasa hingga beberapa air mata menetes di Long Room sebelum pertandingan resmi bergulir.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pertandingan hari pertama ini ditutup dengan tim India yang seluruh pemainnya berhasil ditumbangkan pada angka 285, sementara Inggris mengakhiri hari dengan skor 21 untuk satu gawang. Berdasarkan pengamatan jalannya laga, hasil ini membuat pertandingan hari kedua menjadi sangat menarik dan sulit diprediksi setelah kedua tim saling mengejar dominasi.
Menurut jalannya pertandingan, tim tamu asal India sebenarnya sempat memegang kendali penuh saat mencapai angka 190 untuk tiga gawang setelah diminta untuk memukul bola terlebih dahulu. Smriti Mandhana tampil memukau dengan kombinasi pukulan "slog-sweep" enam angka saat menghadapi Sophie Ecclestone, yang dipadukan dengan teknik "cover drive" klasiknya. Harmanpreet Kaur juga menghukum setiap bola buruk dengan sabar, sementara Deepti Sharma mencetak setengah abad ketiga hari itu meskipun gagal melindungi barisan belakang India. Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang mampu mencetak angka besar di papan nilai kehormatan Lord's.
Hari ini menjadi momen yang tidak akan pernah dilupakan oleh Sophie Ecclestone. Setelah sempat melempar 20 overs tanpa hasil, ia bangkit secara luar biasa dengan mengamankan tiga gawang dalam enam bola untuk menyudahi perlawanan India. Lewat pencapaian tersebut, ia resmi melewati rekor Katherine Sciver-Brunt sebagai pencetak gawang terbanyak sepanjang masa untuk tim putri Inggris dengan total 337 gawang di semua format. Tim redaksi mengamati Sophie Ecclestone memimpin timnya keluar lapangan dengan mendapat standing ovation dari 10.000 penonton yang memadati stadion.
India sempat mendominasi sesi pagi dengan laju angka yang cepat, namun Inggris berhasil bangkit setelah istirahat makan siang. Issy Wong, yang memiliki waktu persiapan lebih lama dengan bola merah setelah tidak masuk dalam skuad Piala Dunia Inggris, tampil sangat efektif dari Pavilion End. Ia berhasil menaklukkan Smriti Mandhana lewat lemparan yang mengarah ke penjaga gawang.
"Saya dan Lauren Filer merasa seperti telah membangun kekuatan untuk pertandingan ini sejak lama. Dengan bagaimana Piala Dunia berjalan, semua pemain tampil sangat baik, dan itu memberi kami kesempatan untuk memegang bola merah serta melakukan lemparan yang lebih panjang. Rasanya sangat menyenangkan bisa berada di luar sana karena kami benar-benar bekerja keras selama beberapa minggu terakhir," ujar Issy Wong saat memberikan keterangan selepas pertandingan.
Meski demikian, pemain debutan Mady Villiers yang berhasil melempar bola terbaik hari itu untuk menumbangkan Harmanpreet Kaur. Kapten India tersebut sebelumnya sempat menerima perawatan dari fisioterapis karena mengalami cedera tangan dan masalah hamstring. Pada over terakhir sebelum jeda minum teh, usaha Harmanpreet Kaur untuk menggerakkan bola digagalkan oleh lemparan ajaib Mady Villiers yang berbelok tajam dan langsung meruntuhkan gawangnya.
Kehancuran lini belakang India pada sesi malam berlangsung sangat cepat, di mana lima gawang terakhir mereka jatuh hanya dengan tambahan 83 angka. Inggris kemudian menyisakan waktu sulit selama 45 menit untuk memukul, dan India berhasil mengambil gawang penting Tammy Beaumont yang terjebak "leg-before" oleh lemparan Kranti Gaud. Masih harus dilihat apakah itu akan menjadi penampilan terakhirnya untuk Inggris.
Harapan terbaik Inggris untuk meraih kemenangan dari posisi ini adalah memukul bola dalam durasi yang lama dan berharap mereka dapat menumbangkan India dengan murah di babak kedua. Namun, secara statistik India kini berada di atas angin karena belum pernah ada tim yang kalah dalam Test match putri setelah mencetak lebih dari 282 angka di babak pertama.
Saat memenangkan undian koin, Nat Sciver-Brunt mengambil keputusan yang sama dengan yang dilakukan Rachael Heyhoe Flint 50 tahun lalu, yaitu memilih untuk menjaga lapangan terlebih dahulu. Keputusan yang tidak konvensional ini menunjukkan tekad kuat Inggris untuk menang. Pilihan tersebut memberi peluang bagi Lauren Bell untuk mencetak sejarah dengan melempar bola pertama dalam Test match putri di Lord's, meskipun Lauren Filer yang mendapat kehormatan mengambil gawang pertama dengan kecepatan lemparan mencapai 79 mil per jam.
"Sebagai sebuah tim, kami sangat menyukai Test kriket dan kami menginginkan lebih banyak laga seperti ini dalam kalender kompetisi," tambah Issy Wong. Jika ada yang meragukan apakah kualitas kriket putri dapat memenuhi ekspektasi di hari bersejarah ini, jalannya pertandingan hari pertama telah menjadi bukti nyata mengapa format ini begitu berharga.