Keputusan Rory McIlroy untuk mengurangi jadwal tandingnya terbukti tidak memadamkan naluri kompetitif yang ia miliki. Pegolf asal Irlandia Utara tersebut tampil memukau pada putaran pertama turnamen Scottish Open yang berlangsung di lapangan golf The Renaissance Club. Penampilan ini sekaligus menjadi aksi ketiganya di luar turnamen mayor sejak dirinya berhasil memenangkan turnamen bergengsi Masters secara berturut-turut pada April lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi di lokasi, McIlroy tampak sangat menikmati kembalinya ia ke kompetisi lapangan berjenis links tersebut. Ia mengakhiri hari pertama dengan mengantongi skor lima di bawah par 65. Catatan apik ini membuatnya berada di posisi puncak klasemen sementara bersama empat pegolf lainnya, termasuk Rasmus Hojgaard dari Denmark yang menjadi satu-satunya pemain dari sesi siang yang mampu menembus dominasi pegolf sesi pagi.
Menurut pengamatan tim redaksi, kondisi cuaca yang lebih tenang di pagi hari memang memberikan keuntungan tersendiri bagi para pegolf yang memulai start lebih awal. Selain McIlroy dan Hojgaard, posisi puncak juga dihuni oleh Patrick Cantlay dari Amerika Serikat, Tom Kim dari Korea Selatan, dan Bernd Wiesberger dari Austria yang semuanya mencatatkan performa gemilang.
Meskipun kini memiliki jadwal yang lebih ringan setelah melengkapi gelar karier Grand Slam-nya, McIlroy menegaskan bahwa dirinya enggan bersikap jemawa. "Manfaat utamanya adalah saya bisa melihat keluarga saya lebih sering dan merasakan adanya keseimbangan dalam hidup saya," ujar pegolf nomor dua dunia tersebut saat memberikan keterangan kepada media pasca-pertandingan.
Lebih lanjut, McIlroy menjelaskan bahwa waktu latihan ekstra di sela-sela jadwal yang longgar justru membantu menjaga performanya tetap tajam sejak awal turnamen. "Ini memberikan perasaan yang sangat membebaskan, tetapi sekali lagi saya tidak boleh berpuas diri. Saya masih harus menetapkan target baru. Saya sempat merasa Grand Slam tahun lalu adalah tujuan akhir, namun saya sadar itu bukan akhir, melainkan perjalanan yang terus berlanjut," ucapnya lagi.
Berdasarkan jalannya pertandingan di lapangan, atlet berusia 37 tahun itu memulai laga dari lubang ke-10 dan sempat mendapatkan bogey, namun ia berhasil bangkit dengan mencetak eagle melalui pukulan putt sejauh 18 kaki di lubang pertama yang berpar lima. Penyelamatan gemilang dari perangkap pasir di lubang sembilan berpar tiga akhirnya mengunci posisi puncaknya sekaligus membuka peluang besar untuk merebut kembali gelar yang pernah ia raih pada 2023 silam.