Gugatan hukum berskala besar yang melibatkan ratusan mantan pemain rugby union dan rugby league kini memasuki pekan yang sangat krusial di pengadilan. Berdasarkan pantauan redaksi, kasus yang telah bergulir hampir enam tahun ini berfokus pada dampak cedera otak trauma yang dialami para atlet selama berkarier secara profesional maupun amatir. Sejauh ini, dua gugatan terpisah dari kedua disiplin olah raga tersebut disidangkan bersamaan karena memiliki keterkaitan isu hukum yang sangat erat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan media Inggris, proses hukum ini masih berada dalam fase pra-peradilan untuk menentukan struktur dan batas kasus sebelum persidangan utama digelar. Penundaan berlarut-larut terjadi akibat perselisihan mengenai kewajiban pengungkapan dokumen medis lengkap dari para penggugat. Pihak tergugat menilai transparansi dokumen kesehatan sangat penting agar tidak perlu melakukan pemeriksaan medis ulang secara terpisah kepada seluruh pemain.
Firma hukum Rylands Garth bersama Leigh Day mewakili 777 mantan pemain rugby union dan 317 pemain rugby league dalam aksi hukum ini. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, gugatan rugby union ditujukan kepada World Rugby, Rugby Football Union, dan Welsh Rugby Union. Sementara itu, gugatan rugby league diarahkan kepada Rugby Football League. Kedua belah pihak diwajibkan memilih sejumlah kasus uji coba yang akan mewakili seluruh kelompok pemain di persidangan.
Persidangan pekan ini berfokus pada penentuan apakah Rylands Garth telah mematuhi perintah hakim terkait penyerahan dokumen medis secara menyeluruh. Berdasarkan aturan hukum yang berlaku, pemain yang dokumen medisnya tidak lengkap berisiko dikeluarkan dari daftar gugatan. Hal ini mengancam posisi ratusan mantan atlet yang saat ini berjuang melawan kondisi neurodegeneratif, depresi, serta kecemasan parah akibat dampak benturan di lapangan.
Pihak tergugat menilai Rylands Garth kekurangan sumber daya untuk menangani kasus kompleks ini dan gagal menyediakan dokumen yang diperlukan. Di sisi lain, "Pihak Rylands Garth berargumen bahwa tergugat sengaja memberikan beban kerja mustahil untuk mengulur waktu persidangan," sebagaimana dilaporkan oleh media. Hakim Senior Master Cook terus mendesak kedua belah pihak agar lebih kooperatif demi kepastian hukum bagi para pemain.